Saturday, April 6, 2013

It's my little honestly for you, Mom

Bundaaaa, kalau saja aku diizinkan untuk menceritakan tentang semua isi hati ini, mungkin aku akan menceritakan ini..

Bunda, sungguh aku rindu terhadap pelukan hangatmu disaat aku menunggu kehadiranmu setelah dirimu pulang dari kegiatanmu
Bunda, aku rindu akan kecupan manismu di dahiku, sungguh nyamannya jika itu benar-benar terjadi saat ini
Bunda, sungguh aku tidak ingin merasakan kehidupan yang nyatanya persis seperti yang engkau katakan padaku "kamu harus kuat menghadapi kehidupan yang keras kelak, sendiri"
Bunda, betapa aku merasa terlalu banyak kesalahan yang telah aku perbuat, terlalu banyak kebohongan yang telah aku lakukan sehingga menjadi kebiasaanku, walaupun aku tau engkau tidak pernah mengajarkanku akan hal ini, bahkan engkaupun melarang keras untukku dan saudara-saudaraku untuk berbohong
Bunda, sungguh indah cinta kasihmu untuk merawatku selama ini, terimakasih
Bunda, sejujurnya aku tidak ingin mengenal arti cinta yang fana yang aku ketahui dan yang aku kenal saat ini, perih bunda. Namun satu hal yang aku syukuri dari perlakuan ini, aku mampu belajar untuk lebih dewasa menghadapinya, menghadapi sifat ku dan orang yang mendekatiku, serta mengontrol emosiku
Bunda, sungguh aku rindu terhadapmu, kini aku sadar apa yang engkau takutkan sedari kecil saat engkau menjagaku dengan befitu susah payah, sungguh mohon maaf yang sebesar-besarnya atas sifatku yang begitu keras, egoku, amarahku, yang sudah jelas itu tidak pantas, bahkan terlalu buruk untuk kehidupanku melakukan ini terhadapmu
Bunda, mohon, maafkan kesalahanku, aku begitu sangat tau begitu besarnya perhatian dan kasih sayangmu, begitu banyak airmata yabg telah rngkau teteskan untukku, dan tak pernah henti untuk memaafkan setiap kesalahanku, walaupun aku sungguh gengsi untuk memulai
Bunda, terimakasih untuk setiap ilmu yang engkau berikan padaku, kini aku mengerti mengapa engkau tidak pernah mendidik dan mengajarkanku terhadap harta yang berlimpah, terimakasih atas bekalmu ini untuk kehidupanku kelak
Bunda, terimakasih karena engkau telah mengenalkanku dengan baik dan jelas terhadap agama yang kini sudah membuatku cukup taat..

Bunda, terimakasih..