Debi Puti Utari (@debiputiutari) tweeted at 1:04 PM on Sun, Apr 21, 2013: I've shared 565 memories with my friends on #Path - see them now at http://t.co/6oH8n81nSY! #thepersonalnetwork http://t.co/DsKgqAbX02 (https://twitter.com/debiputiutari/status/325852509467992065) Get the official Twitter app at https://twitter.com/download
Sunday, April 21, 2013
Saturday, April 6, 2013
I dunno what is..
Ya, betapa pedih saat mengetahui kenyataan yang ada. Tidak, bukan berarti ini semua pahit, namun terkadang ku tertenggun, terjebak dalam rasa keterpurukan yang tak mengerti entah apa itu.
Hari-harinya telah ku lewati dengan berbagai cerita. Entah apa yang membuatku begitu memikirkannya, kamu yang hadir di hidupku.
Aku tak pernah mampu mengukapkan tentang rasa banggaku terhadapmu, atau mungkin membuatmu bangga terhadap kata-kataku, dan AKU.
Memang ada benarnya saat orang mengatakan apa yang terjadi saat mulai memasuki area cinta terdalam. "kamu mampu atau bahkan terlihat bodoh saat bersamanya, berbicara dengannya, atau bahkan didekatnya, walaupun sebenarnya kamu tidak seperti itu", ironisnya itu terjadi padaku. Belajar untuk mulai terbiasa dengan , ya tingkahnya yang terkadang "aneh" bahkan bisa membuatku "illfeel". Tolong jangan mengartikan kearah yang negatif, maksudnya hal-hal yang terkadang tak biasa menurutku, atau bahkan perkataannya yang tak bisa diterima olehku.
Entahlah, kurasa kamu bisa lebih baik dari sebelum ini, kalaupun tidak yang kuyakin kamu bisa merubahnya. Lagi dan lagi yang begitu memberatkan adalah jarak, pekerjaan yang akan datang, pendapat, bahkan lingkungan yang berbeda.
Yaa, aku lebih banyak menyembunyikan kesedihan bahkan kebahagiaanpun akhir-akhir ini sendiri. Aku hanya takut memberatkanmu, karena yang ku tahu, sekarang pun aku sudah cukup memberatkan. Terkadang aku lebih sering merasakan banyaknya penilaian negatif terhadapmu untukku, yang sebenarnya tidak begitu keadaannya.
I dunno what i'm telling for? What i'm doing for? But i guess it's better for us. Aku rasa masih banyak yang belum kamu mengerti tentangku, butuh banyak waktu, dan aku juga tidak tahu apakah kamu akan sabar menantinya, and so do I.
Isn't fake words that i made, but it's true bout what i felt.
It's my little honestly for you, Mom
Bunda, sungguh aku rindu terhadap pelukan hangatmu disaat aku menunggu kehadiranmu setelah dirimu pulang dari kegiatanmu
Bunda, aku rindu akan kecupan manismu di dahiku, sungguh nyamannya jika itu benar-benar terjadi saat ini
Bunda, sungguh aku tidak ingin merasakan kehidupan yang nyatanya persis seperti yang engkau katakan padaku "kamu harus kuat menghadapi kehidupan yang keras kelak, sendiri"
Bunda, betapa aku merasa terlalu banyak kesalahan yang telah aku perbuat, terlalu banyak kebohongan yang telah aku lakukan sehingga menjadi kebiasaanku, walaupun aku tau engkau tidak pernah mengajarkanku akan hal ini, bahkan engkaupun melarang keras untukku dan saudara-saudaraku untuk berbohong
Bunda, sungguh indah cinta kasihmu untuk merawatku selama ini, terimakasih
Bunda, sejujurnya aku tidak ingin mengenal arti cinta yang fana yang aku ketahui dan yang aku kenal saat ini, perih bunda. Namun satu hal yang aku syukuri dari perlakuan ini, aku mampu belajar untuk lebih dewasa menghadapinya, menghadapi sifat ku dan orang yang mendekatiku, serta mengontrol emosiku
Bunda, sungguh aku rindu terhadapmu, kini aku sadar apa yang engkau takutkan sedari kecil saat engkau menjagaku dengan befitu susah payah, sungguh mohon maaf yang sebesar-besarnya atas sifatku yang begitu keras, egoku, amarahku, yang sudah jelas itu tidak pantas, bahkan terlalu buruk untuk kehidupanku melakukan ini terhadapmu
Bunda, mohon, maafkan kesalahanku, aku begitu sangat tau begitu besarnya perhatian dan kasih sayangmu, begitu banyak airmata yabg telah rngkau teteskan untukku, dan tak pernah henti untuk memaafkan setiap kesalahanku, walaupun aku sungguh gengsi untuk memulai
Bunda, terimakasih untuk setiap ilmu yang engkau berikan padaku, kini aku mengerti mengapa engkau tidak pernah mendidik dan mengajarkanku terhadap harta yang berlimpah, terimakasih atas bekalmu ini untuk kehidupanku kelak
Bunda, terimakasih karena engkau telah mengenalkanku dengan baik dan jelas terhadap agama yang kini sudah membuatku cukup taat..
Bunda, terimakasih..
Saturday, March 9, 2013
plan behind the things...
kita juga butuh untuk menjauh dari segala hiruk pikuk kehidupan yang begitu banyak warna nan fana ini,
yang terkadang warna tersebut juga butuh untuk di buramkan, lalu dikembalikan menjadi putih
ya, hidup lebih berarti saat kita menyadari arti sebuah kehilangan
kehilangan atas apa yang sudah kita miliki
kehilangan atas apa yang sudah biasa
kehilangan atas rasa tak memperdulikan
sehingga terkadang semua terasa begitu terlambat, dan yang hadir hanyalah penyesalan
sebenarnya kita juga dapat dan harus begitu bersyukur atas rasa sebuah penyesalan di akhir, tanpanya, kita tidak bisa mempelajari arti indahnya bersyukur
indahnya merasakan betapa bahagianya memikirkan dan memperdulikan hal-hal yang kecil
memikirkan betapa agung dan mulianya Allah yang membuat seisi alam semesta hingga debu , ion yang tidak bisa kita lihat begitu ada banyak manfaatnya
terenyah memikirkan, betapa tamaknya hidup ini saat sudah memiliki, masih menginginkan yang lebih, walau yang kita ketahui pencapaian sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya merupakan progres yang baik, dan menjadikan kita bukan bagian dari manusia yang merugi.
tapi di sisi lain, sisi ke-perfectionist-an atau rasa yang tidak pernah puas itu juga harus kita syukuri
banyak hal kecil, sepele yang tak terpikirkan oleh kehidupan yang begitu fana ini. melupakan kebaikan, membaca akan setiap kesalahan kecil yang dilakukan oleh orang lain, yang sebenarnya kita juga harus melihat dan berkaca dari diri sendiri atas apa yang sudah kta perbuat selama ini.
somewhere that we're must show something different, something that no one know about us, about what we didn't do. make a change, make a rule for our life, solve our problem with patiently, and don't forget to pray for our GOD, for every change, for everything that we do. well, thanks ALLAH SWT for every mikrosecond that you gave. i know, everything that you give although it's so hard to accept, yea YOU've plan behind it.
Friday, March 8, 2013
IDK, Why?
entah apa yang aku perbuat sampai begini jadinya
hanya sebatas itukah arti kata mengenal?
setelah mendapatkan yang baru, melupakan kenangan yang lama?
sedikitpun tak terpikirkan untuk mendendam, jauh sebelumnya aku ikhlas
yang tak pernah terselesaikan dipikiran ini, mengapa harus seperti ini?
mengapa begitu mudahnya?
tidak bisakah semuanya dibicarakan hanya dalam bautan 4 mata?
jika memang ada yang berubah, kita introspeksi
jika ada yang salah, kita perbaiki
jika harus diam?
sampai kapanpun semuanya takkan pernah selesai...
Monday, February 18, 2013
When...
Terkadang kita tidak ditempatkan dimana seharusnya kita ditempatkan, diperlakukan selayaknya diperlakukan, dihargai sebagaimana menghargai
Terkadang kita lupa bagaimana caranya berterima kasih, bagaimana mengasihi, bagaimana merasakan apa yang orang lain rasakan ketika kita memperlakukan orang tersebut yang tanpa sengaja sudah kita sakiti hatinya
Kita juga lupa akan memperdulikan setiap hal-hal kecil yang berdatangan bahkan terhadap apa yang kita miliki
Kita juga lupa untuk bersyukur terhadap sang pencipta, kita lalai, dan terlalu sombong menjalani hidup, bahkan sampai lupa atas janji yang sudah kita lakukan jauh sebelum roh masuk kedalam fisik ini.
Terenyah sesaat ketika terasa hati saat disakiti, teringat akan apa yang telah dilakukan, kembali terdiam, duduk dan meratapi setiap detik dan detail rasa salah dan perilaku yang terkadang tak kita sadari telah menyakiti, khilaf yang tersirat bahkan ikut terabaikan
Suatu ketika, mohon, cobalah resapi dan rasakan akan apa yang sudah dilakukan, apa yang telah kita berikan, hindarkan bentuk kesombongan, lapangkan hati, cobalah untuk ikhlas walaupun menyakitkan, dan sabarlah atas apa yang datang terhadapmu, dan cobalah sedikit sensitif terhadap keadaan disekitarmu.
Saturday, February 16, 2013
I've found love in the hopeless place
Somewhere, i've been know someone there.. So long long place from me
Kita bertemu di pantai tanpa berbicara akan hal yang dapat membuatnya saling kenal, apalagi untuk dekat.
Tak pernah terpikir sedikit pun untuk lebih dekat, cause i know he've story, and didn't wan't someone new come so easily in his life.
Sedikit mencoba menjaga jarak, 'till i've some news that he was have girl friend and i know who is.
Hanya mencoba menjaga jarak, dan menjaga perasaan di antara keduanya, dan bisa menjadi tempat share diantaranya.
Saat keduanya memilih untuk berpisahpun, jujur untuk saat itu tak pernah terpikir sedikitpun untuk meminta lebih.
Seiring waktu, dengan komunikasi, keadaan seakan mulai berubah, bahkan untuk mendapat kabar darinya pun mampu membuat tangan yg begitu hangat menjadi dingin, muka dengan expresi yang biasa menjadi kalut dan salah tingkah, bahkan perut serasa di gelitik lembut. Ntah apa, aku pun juga bingung mengapa semua berubah seketika.
Sampai saat itu tiba di pertanyaan pertamanya, aku tetap berusaha menjawab santai dan tak mau mengubah status pertemanan ini menjadi lebih, karena ku tahu, resiko setelahnya akan menjadi apa.
Sempat saatnya kita tidak saling memperdulikan, aku berusaha menjauh dan melupakan hal yang pernah membuatku salah tingkah.
Tertawa kecil saat kehadirannya kembali, yang terlintas di benak "why he come again? Does he wanna hurt someone? Or what else?"
but, i just tried to keep enjoyed, with patiently i've face him.
August 25th 2012, after his birthday dia kembali mencoba intuk mengatakannya kembali. Hanya terfikir untuk mencoba, karena aku tak terlalu ingin kembali mengambil konsekuensi untuk kembali merasakan LDR.
Entah apa yang terjadi, aku mengatakan "ya"
Beberapa bulan menjalin hubungan, terlalu banyak keluhan yang aku rasakan, but i always tried to understand, that it just cause the distance
Caranya yang terlalu sering membuatku sedih, terlalu banyak halangan bagi kami untuk bertemu, tetap bersabar hingga detik ini untuk menunggu entah kapan saat itu akan tiba.
Terlalu banyak kesedihan yang tak dapat ku bendung sendiri, namun iya tak bisa mengerti. Tidak, bukan maksudku untuk mengeluh, hanya terkadang aku terenyah akan tingkahnya. Bahkan aku juga bingung ntah apa yang aku pertahankan.
Aku takkan pernah mengagung-agungkan dia, namun ntah rasa seperti apakah ini, banyak yang menghujat, melarang, mengatakan tentang ini semua tak baik untukku, but i know my way, this is so strong than love.
Aku bukan pujangga yang mampu merangkai kata-kata dengan begitu apik dan indah. Aku bukanlah orang yang notabene mampu untuk bersabar untuk menunggu, setiap tetesan airmata ku jatuhkan di setiap do'a dan meminta terus kepada-Nya untuk terus diberikan kesabaran, dan jadikan ini pilihan yang tepat untuk mempertahankan apa yang sudah ku miliki. Tidak sedikitpun maksudku untuk merendahkan, but you're come in my hopeless, and you're like someone new in my life than could make my heart beating so fast. Well thank's for everything, Ridho.

